Kita sering memberi identitas seseorang berdasarkan apa yang kita lihat,kesamaan,perbedaannya dengan yang kebanyakan.
kita sering menganggap setiap elemen "kita" adalah kesatuan solid yang superior.Sedangkan "mereka" adalah yang inferior dan serba kurang.
Kita sering mengatakan "dia memang suka begitu....,ihh kok dia gitu yaa..."
kita dengan dengan begitu mudahnya menjatuhkan penilaian, mungkin kita
tidak mengetahui satu bagian yang menjadi keunggulan "mereka".
Apakah itu memang salah satu sifat alami manusia untuk merasa bahwa dirinya lebih baik dari orang lain seperti halnya merasa lebih tampan atau cantik.Sebagai fakultas berpikir, manusia disebut sebagai sebaik-baik makhluk yang diciptakanNya.Sebuah sebutan yang ditanggapi dengan pemikiran yang dangkal,sangat mungkin melahirkan kesombongan.Terdapat hubungan "kita-mereka" antara orang indonesia dengan orang inggris,antara seorang aktivis masjid dengan anak punk,antara pimpinan dengan bawahan.Jeleknya pembedaan tersebut hanya diputuskan dari simbol yang melekat, yang dapat ditangkap mata tapi justru seringkali kita malas menelusuri lebih jauh, dan lebih berani menjatuhkan penilaian.
Sehingga rasanya sah saja menganggap perempuan yang berjilbab panjang lebih baik daripada yang berkerudung kecil bahkan yang mencekik leher.
Saya percaya ada sengatan kecamuk di kepala setiap perempuan yang memutuskan untuk berjilbab.sebuah kembara pemikiran tersendiri,pengalaman batin yang alami, yang layak dihargai.Kita buang dulu pemikiran pikiran-yang berjilbab panjang-lebih-baik-dari-mereka-yang-berkurudung-melilit-leher.Siapa tahu hanya aturan tentang kerudung saja yang mereka tidak tahu,sementara ia lebih banyak tahu tentang ribuan hal yang bahkan memikirkannya saja kita belum pernah.
Begitu pun tentang seorang anak punk,siapa tahu ia telah melakukan suatu amalan yang langsung menjaminnya ke surga sedangkan kita terlempar keneraka karena keangkuhan.Sesungguhnya KITA TAK PERNAH TAHU.Bisa saja penampilan nyeleneh hanyalah sekadar upaya mereka untuk menghindari keangkuhan.Siapa tahu 2,3 atau 4 tahun lagi dia berdiri diatas mimbar majelis ilmu yang kita ikuti.Ia duduk anggun setetes air wudhu menggantung lembut diujung rambutnya.
Siapa tahu?
Deep Thinking!!!
kita sering menganggap setiap elemen "kita" adalah kesatuan solid yang superior.Sedangkan "mereka" adalah yang inferior dan serba kurang.
Kita sering mengatakan "dia memang suka begitu....,ihh kok dia gitu yaa..."
kita dengan dengan begitu mudahnya menjatuhkan penilaian, mungkin kita
tidak mengetahui satu bagian yang menjadi keunggulan "mereka".
Apakah itu memang salah satu sifat alami manusia untuk merasa bahwa dirinya lebih baik dari orang lain seperti halnya merasa lebih tampan atau cantik.Sebagai fakultas berpikir, manusia disebut sebagai sebaik-baik makhluk yang diciptakanNya.Sebuah sebutan yang ditanggapi dengan pemikiran yang dangkal,sangat mungkin melahirkan kesombongan.Terdapat hubungan "kita-mereka" antara orang indonesia dengan orang inggris,antara seorang aktivis masjid dengan anak punk,antara pimpinan dengan bawahan.Jeleknya pembedaan tersebut hanya diputuskan dari simbol yang melekat, yang dapat ditangkap mata tapi justru seringkali kita malas menelusuri lebih jauh, dan lebih berani menjatuhkan penilaian.
Sehingga rasanya sah saja menganggap perempuan yang berjilbab panjang lebih baik daripada yang berkerudung kecil bahkan yang mencekik leher.
Saya percaya ada sengatan kecamuk di kepala setiap perempuan yang memutuskan untuk berjilbab.sebuah kembara pemikiran tersendiri,pengalaman batin yang alami, yang layak dihargai.Kita buang dulu pemikiran pikiran-yang berjilbab panjang-lebih-baik-dari-mereka-yang-berkurudung-melilit-leher.Siapa tahu hanya aturan tentang kerudung saja yang mereka tidak tahu,sementara ia lebih banyak tahu tentang ribuan hal yang bahkan memikirkannya saja kita belum pernah.
Begitu pun tentang seorang anak punk,siapa tahu ia telah melakukan suatu amalan yang langsung menjaminnya ke surga sedangkan kita terlempar keneraka karena keangkuhan.Sesungguhnya KITA TAK PERNAH TAHU.Bisa saja penampilan nyeleneh hanyalah sekadar upaya mereka untuk menghindari keangkuhan.Siapa tahu 2,3 atau 4 tahun lagi dia berdiri diatas mimbar majelis ilmu yang kita ikuti.Ia duduk anggun setetes air wudhu menggantung lembut diujung rambutnya.
Siapa tahu?
Deep Thinking!!!

0 komentar:
Posting Komentar